Timur-Tengah-Merayakan-Natal.jpg

Cara Negara Timur Tengah Merayakan Hari Natal

oleh: inggil Travel Monday, 23 December 2019 13:00 p.m.


Mancode - Sebagai negara yang mayoritas warganya beragama muslim, ternyata negara-negara di Timur Tengah mempunyai caranya sendiri dalam merayakan Hari Natal. Melihat dari sejarahnya, agama Kristen sendiri memang asalnya dari Timur Tengah, maka tak heran jika negara di Timur Tengah mempunyai tradisi merayakan Hari Natal.

Negara di kawasan Timur Tengah mempunyai ucapan populer Hari Natal, yakni “Id al-Milad” dalam bahasa Inggrisnya yaitu “Holiday of the Birth”. Al Milad sendiri merujuk pada hari kelahiran Yesus.

Dilansir BBC, ada sekitar 13-14 juta warga Kristen di Timur Tengah yang tersebar di berbagai kawasan, khususnya Arab Teluk (Saudi, Oman, Bahrain, UEA, Kuwait, dan Qatar).

Lantas, bagaimana cara negara-negara di Timur Tengah merayakan Hari Natal? Berikut ulasan dari Mancode yang diambil dari beberapa sumber media luar:

Mesir

Jika biasanya perayaan Hari Natal diadakan tiap tanggal 25 Desember, hal itu berbeda dengan Mesir. Di negara ini mempunyai tradisi Ortodoks yang mana Gereja Koptik di Mesir merayakaan Natal tiap tanggal 7 Januari. Dalam persiapannya, warga Kristus di Mesir ini puasa daging, unggas, dan produk susu selama 40 hari.

Mesir-Perayaan-Natal.jpg

Warga Mesir yang merayakan Natal biasanya dirayakan dengan mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman-temannya. Biasanya, saat berkunjung tamu memberikan kahk pada tuan rumah. Kahk sendiri merupakan kue tradisional yang biasanya dimakan dengan sup yang disebut shorba.

Pada malam Natal, semua orang akan pergi ke gereja mengenakan pakaian terbaiknya. Perayaan Natal di gereja berakhir pada tengah malam ditandakan dengan adanya bunyi lonceng. Setelah itu, orang-orang pulang untuk makan makanan Natal khusus yang dikenal sebagai fata, yang terdiri dari roti atau nasi berisikan bawang putih dan daging.

Lebanon

Meskipun penduduk Lebanon mayoritasnya beragama muslim, nilai toleransi di sana sangatlah baik. Misalnya saja, di Ibu Kota Beirut terpasang pohon Natal yang besar di pusat kota bersebelahan dengan masjid dan gereja katedral.

Perayaan Natal di Lebanon sendiri diadakan dua kali setiap tahunnya. Para pemeluk Kristen Maroni, Kristen Protestan, dan Katolik tetap merayakan hari libur Natal tiap tanggal 25 Desember.

Lebanon-Perayaan-Natal.jpg

Sedangkan, umat Kristen Ortodoks Yunani di Lebanon merayakan Natal di tanggal yang berbeda. Mereka menggunakan Gregorius sebagai patokan, sehingga Natal jatuh pada 6 Januari. Sehingga kedua tanggal tersebut ditetapkan secara resmi sebagai hari libur di Lebanon.

Masyarakat Lebanon yang merayakan Natal di sini mempunyai tradisi berupa dabkeh, tarian tradisional yang mana orang-orang bergandengan tangan membentuk lingkaran dan menari diiringi nada perkusi sambil menyalakan api unggun.

Irak

Merayakan Natal di Irak sangatlah tenang dan sederhana. Pada malam Natal, anak-anak keluarga bergiliran membaca kisah Kelahiran Yesus dari Alkitab berbahasa Arab. Setelah selesai membaca, keluarga membuat api unggun dari ranting berduri untuk memprediksi masa depan mereka di tahun yang akan datang.

Iraq-Perayaan-Natal.jpg

Umat Kristen Irak percaya jika api yang menyala meramalkan masa depan rumah tangga di tahun yang akan datang. Setiap orang kemudian bergantian melompat di atas abu tiga kali dan membuat permohonan.

Tradisi Irak lainnya saat Natal yakni mengikuti misa Natal yang mana Uskup memberkati jemaat dengan meletakkan tangannya pada seorang anggota jemaat. Proses tersebut berlanjut sampai seluruh anggota di gereja menerima sentuhan perdamaian tersebut.

Suriah

Negara Suriah mempunyai tradisi perayaan Natal berupa memberikan hadiah untuk anak-anak. Sang pembawa hadiah tersebut bernama “Tiga Orang Majus” yang merupakan tokoh penting dalam sejarah tradisional perayaan Natal. Mereka juga merupakan sekelompok raja yang mengunjungi Yesus setelah kelahirannya.

Suriah-Perayaan-Natal.jpg

Anggota keluarga yang merayakan Natal di Suriah biasanya akan berkumpul bersama untuk menyantap makan malam dengan lauk ayam, kacang, kue kering, dan jeruk.

Palestina

Sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, Betlehem adalah tempat yang istimewa untuk tradisi perayaan Natal. Tiap warga yang beragama Kristen, Katolik, Protestan, dan Gereja Ortodoks Yunani Armenia melakukan perayaan dalam berbagai bahasa secara bersamaan di Gereja St. Katarina Alexandria.

Palestine-Perayaan-Natal.jpg

Tradisi merayakan Natal di Betlehem dimulai dengan doa dan nyanyian sembilan hari sebelum Hari Natal. Pada malam Natal, Patriark Yerusalem membuat prosesi tradisional melalui Betlehem dan umat beriman berkumpul di Manger Square dan Gereja Nativity pada tengah malam untuk merayakan kelahiran Yesus.

Warga Palestina yang merayakan Natal akan berpesta dengan sajian daging domba panggang atau kalkun, permen yang dibuat dengan nougat dan biji wijen, pancake semolina yang diisi dengan keju dan kacang-kacangan serta minuman panas yang terbuat dari air mawar manis.

Baca Juga: 6 Negara Ini Ramah Wisata Backpacker

Baca Juga: Ingin Liburan Ke Korea? Ini 4 Lokasi Wisata di Incheon

Baca Juga: 5 Mitos Tempat Wisata Populer di Indonesia


Share To


inggil

inggil

Dec. 23, 2019, 1 p.m.


tags : Natal Perayaan Natal Timur Tengah Hari Natal Timur Tengah Perayaan Hari Natal


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 20 February 2020 15:00 p.m.

Single Spesial Donnie Sibarani ‘Aku Untukmu’

Entertainment 20 February 2020 11:00 a.m.

Konser Hip Hop 29 Mars Suguhkan Rapper 1990-an

Entertainment 20 February 2020 8:00 a.m.

Populer Tapi Akhirnya Tewas Bunuh Diri

Entertainment 20 February 2020 7:00 a.m.

Selamat Ulang Tahun Kurt Cobain