Source: Instagram @brengozer

Brengozer Hadir Sebagai Komunitas Pecinta Berewok

oleh: inggil Mancave Wednesday, 22 May 2019 12:00 p.m.


Mengikuti sebuah komunitas memang menyenangkan, sebab dalam berkomunitas tersebut kita bisa saling tukar pikiran saat berdiskusi. Banyaknya komunitas yang saat ini hadir, tentu menjadi nilai lebih buat kamu yang suka bergaul dengan banyak orang. Hadirnya komunitas itu sendiri bisa dilandasi karena sebuah hobi. Begitu juga dengan komunitas yang satu ini. Seperti dilansir oleh Ayobandung (29/1/2019), berawal dari forum di Kaskus hadir komunitas dengan nama Brengozer yang dikomandoi Fariz Ramadhan.

Baca Juga: Dwayne Johnson, Sang Pegulat dan Artis Hollywood

Komunitas Brengozer hadir karena saat ini banyak kaum pria ingin mengikuti sebuah tren yang menumbuhkan kumis dan jambang, tujuannya agar mereka tampil lebih maskulin. Namun, tidak semua kaum pria memiliki gen atau keturunan bulu halus yang tumbuh di wajahnya. Pada 2014, Fariz mempunyai ide untuk membuat ruang diskusi, dengan tujuan membantu kaum pria yang mengalami kesulitan dalam menumbuhkan kumis dan jambangnya. Ide itu juga tidak lepas dari pengalaman Fariz sendiri yang juga kesulitan dalam menumbuhkan kumis dan jambang.

Source: Instagram @Brengozer

“Ya awalnya kan saya buat forum diskusi di Kaskus, namanya Brengozer. Tujuannya ingin mencari orang yang senasib dengan saya. Mereka yang berharap memiliki kumis atau jambang tapi enggak bisa,” ujar Fariz seperti dilansir koran-sindo.com

“Tujuan diskusi itu simpel yakni berbagi info bagaimana menumbuhkan kumis dan jambang. Eh, ternyata forum ini banyak peminatnya dan semakin besar,” tambah Fariz.

Dalam merekrut anggota komunitas Brengozer sendiri, menurut Fariz cukup sederhana, hanya dilakukan melalui platform media sosial seperti WhatsApp, Line, dan sebagainya. Hanya menyebutkan identitas diri dan motivasi untuk bergabung. Namun, tetap saja ada sistem saring yang dilakukan. Sebab, Fariz tidak ingin jika ada orang yang ingin masuk komunitas ini dengan modus jualan.

Baca Juga: Adidas Hadirkan Desain Sepatu Bertema Captain Marvel

“Cukup nyebutin data diri sama motivasinya untuk masuk forum ini. Kemudian akan saya lakukan penyaringan, apakah mereka yang ingin masuk benar-benar sesuai dengan tujuan saya. Karena banyak juga orang yang ingin masuk hanya untuk berjualan, jadi saya tolak,” tutur Fariz.

Saat ini Brengozer telah memiliki ribuan anggota dari seluruh Indonesia. Awalnya komunitas ini hanya sekedar berdiskusi melalui sosial media, namun lama-kelamaan banyak para anggota yang ingin bertemu langsung, sekaligus membuat struktur organisasi. Atas banyaknya minat dan permintaan tersebut, akhirnya Fariz dan kawan-kawan membuat acara pertemuan Brengozer pertama kali yang diadakan di Bali.

Source : Instagram @brengozer

Saat sedang berkumpul, para anggota Brengozer ini berdiskusi tentang bagaimana cara menumbuhkan dan merawat jambang. Selain itu, juga ada diskusi terkait obat apa saja yang aman untuk dipakai. Tidak hanya mengobrol soal jambang saja, komunitas ini juga seringkali hanya sekedar bertemu untuk bermain dan melakukan hal-hal seru lainnya. Sebab dalam komunitas lah kita bisa menemukan dunia baru dengan orang yang baru pula.

Source : Instagram @Brengozer

“Saat kumpul-kumpul gitu, biasanya kami suka diskusi membahas bagaiamana cara merawat kumis dan jambang. Kadang juga sharing obat juga, jadi obat apa yang aman untuk dipakai. Tidak melulu membahas kumis dan jambang, kadang kita juga ngopi buat bahas hal lainnya untuk saling kenal satu sama lain,” tutup Fariz.


Share To


inggil

inggil

May 22, 2019, 12:29 p.m.


tags : Komunitas Cowok Indonesia Brengozer Komunitas unik Indonesia Komunitas Indonesia Berewok


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 15 November 2019 17:00 p.m.

Jepang Larang Pekerja Wanita Memakai Kacamata

History 15 November 2019 16:00 p.m.

Kesederhanaan dan Kecantikan Hati Sandra Dewi

Technology 15 November 2019 16:00 p.m.

Google Diam-diam Bocorkan Data Medis Jutaan Pasien

Life Style 15 November 2019 15:00 p.m.

Riset: Orang Bodoh selalu Emosi