Tik-Tok.jpg

Bahaya Bermain TikTok, Data Pengguna Bisa Diambil!

oleh: inggil Technology Friday, 3 July 2020 12:00 p.m.


Mancode - Siapa sih yang sekarang ini gak tau aplikasi TikTok? Dari anak muda hingga orang tua banyak sekali saya temui video TikTok mereka yang bertebaran di sosial media. Jengah rasanya melihat Twitter, Facebook, ataupun Instagram pasti selalu ada video TikTok. Kebanyakan orang-orang membuat konten TikTok hanya untuk sekadar lucu-lucuan atau memberi informasi. Namun, tahu gak sih ada bahayanya juga dari aplikasi buatan China ini?

CEO Reddit, Steve Huffman menyebut bahwa anak muda sebaiknya jangan menginstall aplikasi video pendek ini karena merupakan virus jahat spyware. Pernyataan tersebut disampaikan Steve pada seminar bertajuk ‘Social 2030’ pada Rabu. 26 Februari 2020 di Amerika Serikat.

"Mungkin Saya akan menyesali hal ini, tetapi Saya bahkan tidak bisa mencapai tingkat pemikiran yang sama seperti mereka," kata Steve Huffman seperti dilansir dari Business Insider, Jumat (28/2/2020).

"Karena saya melihat aplikasi ini secara fundamental adalah parasit."

Kabar bahayanya aplikasi TikTok juga ditambahkan oleh Peterson Institute for International Economics, mereka menyebut jika aplikasi ini sebagai masalah besar dalam hal keamanan. TikTok bisa mengambil beberapa data dari penggunanya seperti Phone Hardware (CPU, Hardware Ld, Screen Size, dpi, Memory Usage, Disk Space, dll).

Bahkan, ada pula sumber yang menyebut jika TikTok mampu melacak networking dari gawai penggunanya seperti IP, Local IP, Router Mac, bahkan nama WiFi.

Kenapa TikTok bisa mengambil data? Sebab terdapat snippets code yang membuat aplikasi ini mampu mengunduh Zip file, Unzip lalu execute binary apapun yang tersematkan pada gawai pengguna.

Ada yang bilang jika aplikasi serupa bisa juga mengambil data. Hanya saja masalahnya TikTok ini berada di China berbeda dengan beberapa aplikasi sosial media lainnya yang berbasis di US atau Eropa, mereka punya undang-undang yang mengatur soal basis data pengguna dan sebagian besar cuman dipakai untuk kepentingan iklan.

India sendiri sudah melarang 59 aplikasi buatan China untuk diunduh masyarakatnya. Bahkan, di tahun 2018, Amerika Serikat pernah melakukan penyelidikan terhadap TikTok soal masalah penanganan data pengguna. Beberapa lembaga pemerintahan AS pun melarang para staffnya menggunakan aplikasi ini dengan alasan data mereka bisa dibaca pemerintah China.

Baca Juga: Google Diam-diam Bocorkan Data Medis Jutaan Pasien

Baca Juga: Akibat Virus Corona Tokopedia Blokir Ribuan Akun

Baca Juga: TikTok Terancam Dicekal Amerika Gara-gara Tuduhan Spionase


Share To


inggil

inggil

July 3, 2020, noon


tags : Cyber Crime Data TikTok Bahaya Aplikasi TikTok Bahaya TikTok TikTok


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like