B20 Inception Meeting 2022.jpg

B20 Inception Meeting 2022 Fokus Permasalahan Kesenjangan Digital

oleh: rachli Technology Tuesday, 1 February 2022 12:00 p.m.


Mancode - Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan B20 Inception Meeting 2022 yang terselenggara di Jakarta pada 27-28 Januari 2022. B20 Inception Meeting merupakan forum dialog yang membahas isu-isu prioritas paling mendesak dari agenda ekonomi global.

Co-Chair Digitalization Taskforce of B20 2022 dan President & CEO Ericsson Borje Ekholm mengatakan, pada tahun lalu mendeklarasikan transformasi digital adalah pendorong utama pembangunan ekonomi, tonggak mendasar dalam memerangi perubahan iklim, dan pendorong inklusi sosial yang kuat.

“Digitalisasi adalah hal yang paling dekat yang kita miliki, sebagai solusi strategis (silver bullet) untuk berbagai tantangan dunia. Kami mendapati 60 persen dari PDB global diperkirakan akan diaktifkan oleh digitalisasi tahun ini,” katanya mengutip keterangan resmi, Senin (31/1/2022).


Penelitian yang dilakukan oleh pihaknya menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki potensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global hingga 15 persen pada 2030. Hal itu jelas bahwa terhubung tidap pernah lebih penting daripada selama periode pandemi.

Setahun setelah B20 Italia, manfaat penuh digital bertumbuh. Hal itu menunjukkan kesenjangan antara yang terhubung dan yang tidak terhubung juga telah tumbuh. Setengah dari populasi dunia tidak dan tidak pernah online. Mengatasi kesenjangan digital harus lebih difokuskan pada tahun ini.

“Kita perlu memastikan bahwa infrastruktur digital berperforma tinggi tersedia untuk market maju dan berkembang. Hal ini adalah faktor utama untuk Gusus Tugas (Taskforce),” ucapnya.

Infrastruktur ini memungkinkan teknologi eksponensial seperti 5G, AI, dan VR untuk berkembang, membuka uses yang diketahui dan tidak diketahui, uses yang dapat mendukung inklusi dan pertumbuhan berkelanjutan.

B20 Inception Meeting 2022 Fokus Permaslahan Kesenjangan Digital.jpg

Tenaga Kerja Bergantung Konektivitas 5G Pada 2030

Pada 2030, pihaknya memperkirakan bawah dua pertiga tenaga kerja dunia akan bergantung pada konektivitas 5G. Menurutnya, setiap orang bisa memiliki semua teknologi di dunia, tetapi jika tidak tahu cara menggunaknnya, itu tidak akan berarti.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk berupaya mengatasi kesenjangan keterampilan digital dan mendukung inklusi digital,” sambungnya.

Literasi dan keterampilan merupakan penghalang terbesar untk akses internet di Afrika, Amerika Latin, Asia Timur dan Selatan (GSMA 2019). Menyikapi hal itu, hadir program Ericsson Educate. Program ini berlokasi dibeberapa negara dan bermitra dengan sekolah, universitas, dan pusat pembelajaran komunitas.

Program Ericsson Educate

Program Ericsson Educate bertujuan untuk berbagai kompetensi yang dimiliki secara lebih luas, menangani tuntutan keterampilan penting yang dibutuhkan oleh tenaga kerja masa depan. Salah satu contohnya adalah Malaysia.

“Kami berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia dan Digital Nasional Berhad yang membantu mendidik siswa tentang 5G dan teknologi baru. Kolaborasi ini akan memungkinkan mahasiswa UTM untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada ekonomi digital negara,” jelasnya.

Mulai dari AI, robotika, hingga pengembangan aplikasi, laju perubahan yang cepat berarti sekolah dan universitas akan selalu membutuhkan dukungan industri untuk membawa pembelajaran digital melampaui tingkat dasar, serta menggerakkan siswa melampaui pengetahuan teoritis.

“Dengan demikian, kmai dapat mendukung inklusi digital. Partisipasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya.

B20 Inception Meeting dihadiri oleh 1500 peserta dari berbagai negara anggota G20 yang terdiri dari para pemimpin bisnis, pejabat tinggi pemerintah, hingga asosiasi bisnis. Presiden Joko Widodo turut hadir memberikan arahan tiga isu prioritas yang harus dibawa di B20, yakni Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi Digital, dan Transisi Energi.

Baca Juga: Ericsson IndustryLab Prediksi Transformasi Manufaktur 2030

Baca Juga: Ericsson Mobility Report: Data Traffic Seluler Meningkat Dalam 10 Tahun

Baca Juga: Aplikasi Tlusure Hadir Tawarkan Kemudahan Informasi Wisata




Share To


rachli

rachli

Feb. 1, 2022, noon


tags : Ekonomi Digital B20 Inception Meeting 2022 Kesenjangan Digital


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA