Animal Friends Jogja.jpg

Animal Friends Jogja Gelar Aksi Damai Penghapusan Kandang Baterai

oleh: galih Mancave Monday, 22 March 2021 10:00 a.m.


Mancode – Sejumlah aktivis perlindungan hewan menggelar aksi menolak penggunaan sistem kandang baterai pada hewan peternak, khususnya ayam petelur. Aksi tersebut diinisiasi oleh organisasi nirlaba untuk perlindungan satwa, Animal Friends Jogja, bersama relawan Barisan Muda-Mudi Xayang Xatwa (BMXX), koalisi Act For Farmed Animals (AFFA) dan Feed Not Bomb Solo.

Kampanye Indonesia Bebas Kandang (Cage Free Indonesia) ini bertujuan memberi pengetahuan ke masyarakat tentang fakta-fakta kekejaman di balik sistem kandang baterai. Aktivis dan para relawan yang memakai topeng ayam membentangkan spanduk serta membagikan stiker yang berisi ajakan untuk mengakses website www.kandangbateraikejam.com.

“Website khusus ini, selain berisi informasi tentang mengapa sistem kerangkeng baterai adalah salah satu sistem terkejam di industri peternakan dan harus diakhiri, juga menyediakan informasi cara-cara bagi masyarakat sebagai konsumen peduli untuk bisa membantu mengakhirinya,” ujar Odyssey Sanco alias Bandizt Shaggydog, Direktur Animal Friends Jogja.


The Veterinary Record, jurnal mingguan yang diterbitkan oleh British Veterinary Association ini pernah melakukan studi mengenai kesejahteraan ayam di kandang baterai. Dalam studinya, mereka menyebutkan bahwa sistem peternakan kandang baterai menyebabkan ayam menderita stres dan frustasi sepanjang hidupnya dan memiliki masalah kesehatan yang parah seperti deformasi tulang dan osteoporosis.

“Dalam penelitian ini juga mendapati probabilitas kontaminasi yang lebih tinggi di telur dari peternakan sistem kerangkeng baterai dibandingkan yang dari peternakan bebas kerangkeng,” kata Sylvia Maharani, Manajer Kampanye Animal Friends Jogja.

Di sisi lain, setiap makhluk yang bernyawa berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Seperti halnya manusia, hewan, yang diternakkan sekalipun, juga berhak untuk bebas bergerak dan hidup sejahtera. Hal ini juga sudah diatur dalam UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Namun, pada kenyataannya, ada 200 juta lebih ayam ras petelur di Indonesia dipaksa hidup berjejalan dalam kerangkeng-kerangkeng sempit kandang baterai demi intensifikasi produksi telur, sampai tidak mampu lagi menghasilkan dan berakhir di rumah jagal sebagai ayam afkir.

“Saking sempitnya kerangkeng-kerangkeng itu, ayam-ayam sama sekali tidak bisa mengekspresikan perilaku alamiah yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraannya seperti berjalan-jalan, menggaruk tanah untuk mencari makanan, memenuhi naluri bersarang untuk bertelur dan sebagainya,” ungkap Angelina Pane, Manajer Program dan Aktivis Animal Friends Jogja.

”Apakah itu bukan bentuk penyiksaan terhadap hewan dan pelanggaran terhadap UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan?,” tukasnya.

Dilakukan di 4 Kota Besar

Aksi damai serentak di empat kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Solo, Bandung dan Jakarta. Di wilayah Yogyakarta, aksi dilaksanakan di lima titik strategis, salah satunya adalah Tugu Yogyakarta, di wilayah Solo dilaksanakan di empat titik, salah satunya Lampu merah panggung, di wilayah Bandung dilaksanakan di simpang Asia Afrika dan terakhir di wilayah Jakarta, yaitu di Taman Suropati Menteng.

Peluncuran kampanye ini diawali dengan pemasangan billboard yang mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami ayam-ayam petelur dalam kerangkeng kandang baterai. Teks yang menyertai, “Hanya Kamu Yang Bisa Mengubah Kehidupan Kami”, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat berempati dan berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan hewan yang diternak.

Baca Juga: Komunitas Orami: Wadah Para Orang Tua Berbagi Info dan Melawan Hoaks

Baca Juga: Edukasi Otomotif Ala Komunitas Mobil FOSR

Baca Juga: Penggerak Komunitas Ajak Masyarakat Perangi Covid-19




Share To


galih

galih

March 22, 2021, 10 a.m.


tags : Animal Friends Jogja Mancave Penghapusan Kandang Baterai Aksi Damai Ayam Petelur


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA